Teori
Hipotesis kondensasi ini dikemukan oleh GP. Kuiper (Seorang astronom Belanda) pada
tahun 1950. Dalam teori ini menyatakan bahwa sistem tata surya itu ternyata
pada mulanya berupa bola kabut raksasa. Dan di dalam Kabut itu terdiri dari
debu, es, dan gas. Bola kabut ini selanjutnya berotasi sehingga bagian yang
ringan mudah terlempar ke luar, sedangkan bagian yang berat berkumpul di
pusatnya. Lama-kelamaan bola kabut ini membentuk sebuah cakram, perputarannya
pun semakin cepat, dan suhunya pun semakin bertambah. Akhirnya, cakram itu
kembali berbentuk bola gas yang cukup solid hingga terbentuklah Matahari.
Bagian tepi cakram yang berupa gas dan debu mulai bertarikan dan membentuk
suatu gumpalan. Selanjutnya, gumpalan tersebut terlepas dari Matahari dan
menyebar ke sekitarnya. Gumpalan-gumpalan itu disebut protoplanet. Protoplanet
lambat laun makin dingin dan padat sehingga membentuk planet. Protoplanet tetap berotasi di orbitnya dan sambil
berotasi dia juga berevolusi mengelilingi Matahari.
You can get different information from different parts of the world in this blog
Showing posts with label Astronomy. Show all posts
Showing posts with label Astronomy. Show all posts
Saturday, February 23, 2013
Mengapa Langit Berwarna Biru?
Langit hanya berwarna biru di siang hari. Ada beberapa sebab
mengapa langit saat itu berwarna biru. Bumi diselubungi lapisan udara yang
disebut atmosfer. Walaupun tidak tampak, udara sebenarnya terdiri atas
partikel-partikel kecil.
Cahaya dari matahari dihamburkan oleh partikel-partikel kecil
dalam atmosfer itu. Tetapi kita tahu, cahaya dari matahari terdiri dari paduan
semua warna, dari merah, kuning, hijau, biru, hingga ungu. Warna-warna itu
memiliki frekuensi yang berbeda. Merah memiliki frekuensi yang lebih kecil dari
kuning, kuning lebih kecil dari hijau, hijau lebih kecil dari biru, biru lebih
kecil dari ungu. Semakin besar frekuensi cahaya, semakin kuat cahaya itu
dihamburkan.
Warna langit adalah sebagian cahaya matahari yang dihamburkan.
Karena yang paling banyak dihamburkan adalah warna berfrekuensi tinggi (Hijau,
biru, dan ungu), maka langit memiliki campuran warna-warna itu, yang kalau
dipadukan menjadi biru terang.
Karena warna biru banyak dihamburkan, maka warna matahari
tidak putih sempurna, seperti yang seharusnya terjadi jika semua warna
dipadukan. Warna matahari menjadi sedikit agak jingga.
Pada sore hari, sering matahari berubah warna menjadi merah.
Pada saat itu, sinar matahari yang sudah miring menempuh jarak lebih jauh untuk
mencapai mata kita, sehingga semakin banyak cahaya yang dihamburkan. Yang
banyak tersisa adalah cahaya frekuensi rendah, yaitu merah.
Di bulan dan di planet yang tidak memiliki atmosfer, cahaya
matahari tidak dihamburkan, sehingga langit selalu berwarna hitam, walaupun di
siang hari.
Galaksi
Galaksi
adalah suatu system kumpulan bintang–bintang , gas, dan debu yang amat luas
dan anngotanya saling mempengaruhi secara gravitasional (Siatupang 2000).
Matahari dan Sembilan planet yang mengitarinya adalah anggota dari sebuah
galaksi yang diberi nama galaksi Bima Sakti.
Ada
dua orang astronom yang berjasa membangun pengertian tentang galaksi. Mereka
adalah Harlow Shapley dan George Ellery Hale. Shapley inilah yang mengembangkan
metode untuk mengukur jarak yang diterapkan untuk mengukur diameter Bima Sakti.
Sedangkan Hale sangat besar perannya dalam pengembangan teleskop–teleskop
besar yang digunakan untuk pengamatan bintang–bintang dan nebula.
Ciri-Ciri Galaksi
·
Galaksi
adalah himpunan berbilion, malah bertrilion bintang-bintang
·
Semua
Galaksi memiliki inti dari system galaksi
·
Seluruh
system yang terdapat pada galaksi melakukan rotasi
·
Galaksi
memiliki cahaya sendiri, bukan cahaya pantulan
·
Galaksi
memiliki bentuk tertentu
·
Galaksi-galaksi
hanya terlihat di luar jalur Galaksi BimaSakti
Klasifikasi Galaksi
Menurut
morfologinya, galaksi dibagi menjadi 3 tipe, yaitu tipe galaksi spiral, galaksi
elips, dan galaksi tidak beraturan (Simatupang 2000). Pembagian ini
berdasarkan bentuk atau penampakan galaksi – galaksi tersebut. Galaksi yang
diamati dan dipelajari oleh para astronom sejauh ini terdiri atas 75 % galaksi
spiral, 20 % galaksi elips, dan 5 % galaksi tidak beraturan. Berikut
klasifikasinya,
Galaksi
Tidak Beraturan
Galaksi
tidak beraturan adalah tipe galaksi yang tidak simetri dan tidak memiliki
bentuk khusus.
Ciri–Cirinya
·
Galaksi
ini banyak mengandung materi antar bintang yang terdiri atas gas-gas dan debu.
·
Terdiri
atas bintang–bintang tua dan muda.
·
Bentuknya
tidak simetri dan tidak memiliki bentuk khusus.
Contohnya
:
Awan
Magellan Besar
Awan
Magellan Kecil
Galaksi
Elips
Sesuai
dengan namanya, penampakannya seperti elips. Tapi bentuk aslinya tidak
diketahui dengan pasti karena kita tidak tahu arah pandang kita, apakah dari
depan, samping, atau atas dari galaksi tersebut.
Ciri–Cirinya
·
Tipe
galaksi mulai dari yang berbentuk bundar sampai yang berbentuk bola pepat.
·
Struktur
dari galaksi ini tidak terlihat dengan jelas.
·
Terlihat
sangat redup.
·
Sangat
sedikit mengandung materi antarbintang.
·
Anggotanya
adalah bintang–bintang tua.
Contohnya
:
Galaksi
M87, yaitu galaksi elips raksasa yang terdapat dirasi virgo.
Galaksi
Spiral
Galaksi
tipe ini adalah tipe yang paling umum dikenal orang. Keungkinan besar
dikarenakan bentuk spiralnya yang indah itu. Bagian–bagian utama galaksi
spiral adalah halo , bidang galaksi termasuk lengan spiral dan bulge , dan
bagian pusat galaksi yang menojol. Gugus Bola adalah kumpulan bintang–bintang
yang berjumlah puluhan ribu bintang yang lahir bersama – sama, dan mengumpul
berbentuk bola. Gugus bola inilah yang membentuk halo bersama bintang–bintang
yang tidak terdapat di bidang galaksi.
Ciri–Cirinya
·
Berbentuk
spiral yang indah.
·
Terdiri
atas bintang–bintang tua dan bintang–bintang muda.
·
Bintang–bintang besar terdapat pada gugus bola yang tersebar menyelimuti galaksi.
·
Galaksi
ini berotasi dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari galaksi elips. Dan
karena kecepatan rotasinya ini menyebabkan galaksi ini memipih dan membentuk
bidang galaksi.
·
Kecepatan
rotasi tiap bagian galaksi spiral tidak sama. Semakin kearah pusat galaksi
kecapatannya semakin besar.
·
Bintang
– bintang muda terdapat dilengan spiral galaksi yang berada di bidang galaksi.
Contohnya
:
Galaksi
Andromeda
Galaksi
Bima Sakti
NGC
1232 di Rasi Eridanus
Galaksi
Seyfert NGC 7742
M81
berada dekat Ursa Mayor
Teori Nebula (Teori Kabut)
Teori
Kabut atau disebut juga Teori Nebula. Teori Nebula pertama kali dikemukakan
oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel
Kant (1724-1804) pada tahun 1775.
Teori
serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara independen pada
tahun 1796. Teori ini, yang lebih dikenal dengan Teori Nebula Kant-Laplace,
menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut
ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula, dan unsur gas yang
sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu
menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya
menjadi bintang raksasa (Matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan
berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling
matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan
penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar.
Laplace
berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan
konsekuensi dari pembentukan mereka. Teori Kabut (Nebula) menceritakan kejadian
tersebut dalam 3 (tiga ) tahap.
1. Matahari
dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan
besar.
2. Kabut
tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di pusat
lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi
lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut
sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari.
3. Materi-materi
tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur
mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga
Matahari.
Kelebihan Teori Kabut/Teori Nebula :
Teori
ini berhasil menjelaskan bahwa tata surya datar, orbit ellips planet
mengelilingi matahari hampir datar.
Kelemahan Teori Kabut/Teori Nebula :
1. James
Clerk Maxwell dan Sir James Jeans menunjukkan bahwa massa bahan dalam
gelang-gelang tak cukup untuk menghasilkan tarikan gravitasi sehingga memadat
menjadi planet.
2. F.
R. Moulton pun menyatakan bahwa teori kabut tidak memenuhi syarat bahwa yang
memiliki momentum sudut paling besar haruslah planet bukan matahari. Teori
kabut menyebutkan bahwa matahari yang memiliki massa terbesar akan memiliki
momentum sudut yang paling besar.
Berbagai Modifikasi Teori Nebula
Astronom
Jerman C. Von Weizsaeckar memperkenalkan hipotesis nebulanya pada tahun
1940-an. Dia berpendapat bahwa suatu lapisan materi bersifat gas pernah muncul
dan keluar sampai jauh sekali dari garis khatulistiwa matahari di jaman purba.
Sebagian besar lapisan ini terdiri dari
unsur ringan hidrogen dan helium. Akhirnya, tekanan panas dan radiasi matahari
menghilangkan sebagian besar hidrogen dan helium serta meninggalkan unsur-unsur
yang lebih berat. Unsur-unsur yang lebih berat itu secara bertahap berkumpul
dalam suatu deretan konsentris yang berbentuk seperti ginjal. Deretan massa ini
menarik bahan-bahan lain yang terdapat di ruang angkasa dan berkembang menjadi
planet.
Supernova
Supernova adalah
ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi lebih banyak dari
nova. Peristiwa supernova ini menandai berakhirnya riwayat suatu bintang.
Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cemerlang dan bahkan
kecemerlangannya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya bintang tersebut
semula, beberapa minggu atau bulan sebelum suatu bintang mengalami supernova
bintang tersebut akan melepaskan energi setara dengan energi matahari yang
dilepaskan matahari seumur hidupnya, ledakan ini meruntuhkan sebagian besar
material bintang pada kecepatan 30.000 km/s (10% kecepatan cahaya) dan
melepaskan gelombang kejut yang mampu memusnahkan medium antarbintang.
Jenis-Jenis Supernova
Ada beberapa
jenis Supernova. Tipe I dan II bisa dipicu dengan satu dari dua cara, baik
menghentikan atau mengaktifkan produksi energi melalui fusi nuklir. Setelah
inti bintang yang sudah tua berhenti menghasilkan energi, maka bintang tersebut
akan mengalami keruntuhan gravitasi secara tiba-tiba menjadi lubang hitam atau
bintang neutron, dan melepaskan energi potensial gravitasi yang memanaskan dan
menghancurkan lapisan terluar bintang.
Rata-rata
supernova terjadi setiap 50 tahun sekali di galaksi seukuran galaksi Bima
Sakti. Supernova memiliki peran dalam memperkaya medium antarbintang dengan
elemen-elemen massa yang lebih besar. Selanjutnya gelombang kejut dari ledakan
supernova mampu membentuk formasi bintang baru.
Berdasarkan pada garis spektrum pada supernova, maka didapatkan
beberapa jenis supernova :
Supernova Tipe
Ia
Pada supernova
ini, tidak ditemukan adanya garis spektrum Hidrogen saat pengamatan.
Supernova Tipe
Ib/c
Pada supernova
ini, tidak ditemukan adanya garis spektrum Hidrogen ataupun Helium saat
pengamatan.
Supernova Tipe
II
Pada supernova
ini, ditemukan adanya garis spektrum Hidrogen saat pengamatan.
Hipernova
Supernova tipe
ini melepaskan energi yang amat besar saat meledak. Energi ini jauh lebih besar
dibandingkan energi saat supernova tipe yang lain terjadi.
Berdasarkan pada sumber energi supernova, maka
didapatkan jenis supernova sebagai berikut.
Supernova
Termonuklir (Thermonuclear Supernovae)
·
Berasal
dari bintang yang memiliki massa kecil
·
Berasal
dari bintang yang telah berevolusi lanjut
·
Bintang
yang meledak merupakan anggota dari sistem bintang ganda.
·
Ledakan
menghancurkan bintang tanpa sisa
·
Energi
ledakan berasal dari pembakaran Karbon (C) dan Oksigen (O)
Supernova
Runtuh-inti (Core-collapse Supernovae)
·
Berasal
dari bintang yang memiliki massa besar
·
Berasal
dari bintang yang memiliki selubung bintang yang besar dan masih membakar
Hidrogen di dalamnya.
·
Bintang
yang meledak merupakan bintang tunggal (seperti Supernova Tipe II), dan bintang
ganda (seperti supernova Tipe Ib/c)
·
Ledakan
bintang menghasilkan objek mampat berupa bintang neutron ataupun lubang hitam
(black hole).
·
Energi
ledakan berasal dari tekanan
Tahapan Terjadinya Supernova
Suatu bintang
yang telah habis masa hidupnya, biasanya akan melakukan supernova. Urutan
kejadian terjadinya supernova adalah sebagai berikut.
1. Pembengkakan
Bintang
membengkak karena mengirimkan inti Helium di dalamnya ke permukaan. Sehingga
bintang akan menjadi sebuah bintang raksasa yang amat besar, dan berwarna
merah. Di bagian dalamnya, inti bintang akan semakin meyusut. Dikarenakan
penyusutan ini, maka bintang semakin panas dan padat.
2. Inti Besi
Saat semua
bagian inti bintang telah hilang, dan yang tertinggal di dalam hanyalah unsur
besi, maka kurang dari satu detik kemudian suatu bintang memasuki tahap akhir
dari kehancurannya. Ini dikarenakan struktur nuklir besi tidak memungkinkan
atom-atom dalam bintang untuk melakukan reaksi fusi untuk menjadi elemen yang
lebih berat.
3. Peledakan
Pada tahap ini,
suhu pada inti bintang semakin bertambah hingga mencapai 100 miliar derajat
celcius. Kemudian energi dari inti ini ditransfer menyelimuti bintang yang
kemudian meledak dan menyebarkan gelombang kejut. Saat gelombang ini menerpa
material pada lapisan luar bintang, maka material tersebut menjadi panas. Pada
suhu tertentu, material ini berfusi dan menjadi elemen-elemen baru dan
isotop-isotop radioaktif.
4. Pelontaran
Gelombang kejut
akan melontarkan material-material bintang ke ruang angkasa
Dampak Dari Supernova
Supernova
memiliki dampak bagi kehidupan di luar bintang tersebut, di antaranya :
1. Menghasilkan Logam
Pada inti
bintang, terjadi reaksi fusi nuklir. Pada reaksi ini dilahirkan unsur-unsur
yang lebih berat dari Hidrogen dan Helium. Saat supernova terjadi, unsur-unsur
ini dilontarkan keluar bintang dan memperkaya awan antar bintang di sekitarnya
dengan unsur-unsur berat.
2. Menciptakan Kehidupan di Alam Semesta
Supernova
melontarkan unsur-unsur tertentu ke ruang angkasa. Unsur-unsur ini kemudian
berpindah ke bagian-bagian lain yang jauh dari bintang yang meledak tersebut.
Diasumsikan bahwa unsur atau materi tersebut kemudian bergabung membentuk suatu
bintang baru atau bahkan planet di alam semesta
Ada satu bintang
yang melakukan supernova di ruang angkasa tiap satu detik kehidupan di bumi.
Hanya saja, untuk menemukan bintang yang akan melakukan supernova tersebut
amatlah sulit. Banyak faktor yang memengaruhi dalam pengamatan supernova.
Walaupun begitu, ada beberapa peristiwa supernova yang telah teramati oleh
manusia, di antaranya:
Dahulu kala,
sebuah bintang meledak di tempat yang amat jauh dari bumi. Ledakan itu tampak
seperti sebuah titik terang. Ini terjadi di bagian luar dari galaksi NGC 4526,
dan dinamakan Supernova 1994D. Sinar yang dipancarkannya selama beberapa minggu
setelah ledakan tersebut menunjukkan bahwa supernova tersebut merupakan
Supernova Tipe Ia.
Supernova Dalam Ayat Al-Qur'an
Surat Ar Rahman
55 : 37-38
"Maka
apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti minyak (37). Maka
nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (38).
Tafsir Ibnu
Katsir tentang ayat 37 :
Allah Ta'ala
mengatakan, "Maka apabila langit telah terbelah," yaitu pada hari
kiamat, "dan menjadi merah mawar seperti minyak," yaitu beraneka
warna seperti bervariasinya kain celup yang diminyaki. Kadang-kadang warnanya
merah, kadang-kadang juga warnanya kuning, hijau, dan biru. Perbedaan warna ini
disebabkan suasana yang sangat hebat. Itulah kengerian hari kiamat yang besar.
Keterangan
tentang gambar di atas :
Gambar di atas
adalah sebuah nebula yang berhasil diabadikan oleh Teleskop Luar Angkasa milik
NASA yaitu Hubble pada tanggal 18 September 1994. Diprediksikan sebagai nebula
yang telah berumur 1000 tahun sebagai hasil dari matinya (kiamatnya) sebuah
bintang. Fenomena ini pernah dipresentasikan dalam pertemuan American
Astronomical Society di Tucson, Arizona pada tanggal 11 Januari 1995.
Dan pada saatnya
nanti, matahari, bintang dari tata surya kita ini akan mengalami proses yang
sama dengan gambar di atas, kiamat.
"Maka
nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
Ketika Langit
berwarna Merah Mawar - Tafsir Surat Ar Rahman (55) ayat 37
Sepertinya kita
mesti hati-hati untuk menafsirkan kebenaran ayat al Quran dengan penemuan/data
ilmiah.
فَإِذَا ٱنشَقَّتِ
ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتۡ وَرۡدَةً۬ كَٱلدِّهَانِ
Maka apabila
langit terbelah dan menjadi merah mawar seperti (Kilapan) minyak. Q.S. Ar
Rahman (55) : 37
Gambar yang
diklaim sebagai bukti kebesaran Allah, bukti kebenaran tafsir surat Ar-rahman
Ini gambar yang
dijadikan rujukan sebagai tafsir dari salah satu ayat dari surat Ar-Rahman:
Maka apabila
langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (Kilapan) minyak.
Dikatakan bahwa
gambar ini, yang merupakan hasil tangkapan dari Teleskop ruang angkasa Hubble,
menunjukkan bahwa jika nanti bintang meledak, maka hasilnya adalah warna merah
seperti mawar. Bahkan dalam beberapa email yang beredar, dinyatakan bahwa
seharusnya gambar ini, - sebuah nebula -, seharusnya dinamai ''Oily Red Rose
Nebula'' (Nebula Mawar Merah yang Berkilap), agar sesuai dengan arti ayat di
atas.
Dalam ayat itu
disebutkan langit yang terbelah. Apakah ini gambar langit? Sumber dari
NASA/Hubble menyatakan bahwa itu adalah hasil ledakan sebuah bintang. Dari
bumi, ia hanyalah bagian amat kecil dari langit. Bahkan hampir tak terlihat
oleh mata kepala.
Nebula Mawar
Merah itu sebenarnya lebih berwarna hijau seperti mata kucing, sehingga para
astronomer menamainya Cat's Eye Nebula.
Ada gambar yang
sama dengan skema warna yang lain. Warna ini lebih mendekati warna kalau
dilihat dengan mata atau warna aslinya. Astronomer memberi
nama benda angkasa ini Cat's Eye Nebula (Nebula Mata Kucing), karena memang
warnanya yang hijau dan bentuknya yang bulat seperti mata kucing.
Dalam situs web
Teleskop Hubble sendiri dikatakan bahwa, warna yang tertampil dalam berbagai
foto obyek angkasa dari Hubble tidak selamanya menunjukkan warna asli jika
dilihat dengan mata. Hubble menggunakan warna untuk berbagai tujuan:
menampakkan detail, memperlihatkan struktur tertentu yang tidak bisa dilihat
mata, dsb.
"The colors
in Hubble images, which are assigned for various reasons, aren't always what
we'd see if we were able to visit the imaged objects in a spacecraft. We often
use color as a tool, whether it is to enhance an object's detail or to
visualize what ordinarily could never be seen by the human eye."
Gambar nebula
Mata Kucing dalam skema warna lain. Dalam hal ini lebih biru untuk menunjukkan
pendaran atom oksigen
Astronomer
biasanya "mewarnai" hasil "tangkapan" mereka dengan
warna-warna yang bermakna khusus untuk menganalisa komposisi atau struktur dari
benda angkasa. Misalnya, pada gambar ini, biru adalah warna untuk pendaran atom
Oksigen.
Jadi, jelaslah
bahwa warna sebenarnya dari gambar nebula yang dijadikan sebagai bukti dari
ayat 37 surat Ar-Rahman tersebut tidaklah merah mawar.
Banyak sekali
nebula-nebula seperti ini yang telah ditemukan dan dipelajari oleh para ahli
perbintangan. Warna mereka pun sangat beragam. Semuanya menunjukkan kejadian
masa lalu, karena apa yang tertangkap oleh teleskop adalah cahaya yang telah
mengarungi angkasa ribuan tahun cahaya lamanya. Banyak di antara mereka yang
menunjukkan nasib berbagai bintang ketika menemui ajalnya. Namun tak sedikit
pula nebula yang merupakan tempat lahirnya bintang-bintang baru.
Cukuplah,
menurut saya, gambar ini membuktikan kebesaran Allah, dalam artian bahwa
bintang-bintang nantinya akan dihancurkan. Matahari kita juga akan menemui
ajalnya kelak. Mungkin dengan ledakan hebat seperti Nebula di atas. Ledakannya,
boleh jadi akan melumat bumi dan isinya. Ketika itulah, mungkin, apa yang
digambarkan Allah tentang terbelahnya langit terjadi. Dan hal tersebut
merupakan perkara kecil dan mudah bagi Allah.
Komet
Komet
adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk
lonjong atau parabolis atau hiperbolis. Kata "komet" berasal dari
bahasa Yunani, yang berarti "rambut panjang". Istilah lainnya adalah
bintang berekor yang tidak tidak tepat karena komet sama sekali bukan bintang.
Orang Jawa menyebutnya sebagai lintang kemukus karena memiliki ekor seperti
buah kemukus yang telah dikeringkan.
Komet
terbentuk dari es dan debu. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang
membeku pada saat berada jauh dari matahari. Ketika mendekati matahari,
sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga
mengelilingi matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Komet
merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda. Panjang
"ekor" komet dapat mencapai jutaankm. Beberapa komet menempuh jarak
lebih jauh di luar angkasa daripada planet. Beberapa komet membutuhkan ribuan
tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit matahari.
Bagian-Bagian Komet
Bagian-bagian
komet terdiri dari inti, koma, awan hidrogen, dan ekor. Bagian-bagian komet
sebagai berikut :
1. Inti,
merupakan bahan yang sangat padat, diameternya mencapai beberapa kilometer, dan
terbentuk dari penguapan bahan-bahan es penyusun komet, yang kemudian berubah
menjadi gas. (Inti komet adalah sebongkah batu dan salju.)
2. Koma,
merupakan daerah kabut atau daerah yang mirip tabir di sekeliling inti.
3. Lapisan
hidrogen, yaitu lapisan yang menyelubungi koma, tidak tampak oleh mata manusia.
Diameter awan hidrogen sekitar 20 juta kilometer.
4. Ekor,
yaitu gas bercahaya yang terjadi ketika komet lewat di dekat matahari. Ekor
komet arahnya selalu menjauh dari matahari. Bagian ekor suatu komet terdiri
dari dua macam, yaitu ekor debu dan ekor gas. Bentuk ekor debu tampak berbentuk
lengkungan, sedangkan ekor gas berbentuk lurus. Koma atau ekor komet tercipta
saat mendekati matahari yaitu ketika sebagian inti meleleh menjadi gas. Angin
matahari kemudian meniup gas tersebut sehingga menyerupai asap yang mengepul ke
arah belakang kepala komet. Ekor inilah yang terlihat bersinar dari bumi.
Sebuah komet kadang mempunyai satu ekor dan ada yang dua atau lebih.
Jenis-Jenis Komet
Berdasarkan
bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu
sebagai berikut.
1. Komet
berekor panjang, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat jauh melalui
daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa sehingga berkesempatan menyerap
gas-gas daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut
melepaskan gas sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya,
komet Kohoutek yang melintas dekat matahari setiap 75.000 tahun sekali dan
komet Halley setiap 76 tahun sekali.
2. Komet
berekor pendek, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat pendek sehingga
kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya. Ketika
mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga
hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor.
Contohnya komet Encke yang melintas mendekati matahari setiap 3,3 tahun sekali.
Nama-Nama Komet
Sekarang
telah dikenal banyak nama komet, antara lain sebagai berikut.
Komet
Kohoutek.
Komet
Arend-Roland dan Maikos yang muncul pada tahun 1957.
Komet
Ikeya-Seki, ditemukan pada bulan September 1965 oleh dua astronom Jepang, yaitu
Ikeya dan T. Seki.
Komet
Shoemaker-Levy 9 yang hancur pada tahun 1994.
Komet
Hyakutake yang muncul pada tahun 1996.
Komet
Hale-Bopp yang muncul pada tahun 1997.



















